Showing posts with label Elbrus. Show all posts
Showing posts with label Elbrus. Show all posts

Monday, December 27, 2010

Tim Ekspedisi Tiba dari Elbrus


JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Ekspedisi 7 Puncak Dunia, Rabu (25/8/2010) petang ini, tiba kembali di Tanah Air. Rencananya, tim akan disambut langsung Ketua Umum Ekspedisi 7 Puncak Dunia Endriartono Sutarto di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.

Juga akan bergabung dengan para penyambut adalah para aktivis Wanadri dan Redaktur Pelaksana Harian Kompas Budiman Tanuredjo. Dalam tim ini, ikut bergabung wartawan Kompas Ambrosius Harto.
"Tim akan tiba dengan Turkish Air pukul 17.25," kata Ipong Witono dari Wanadri kepada Kompas melalui telepon Rabu.

Seperti diberitakan, Tim Ekspedisi 7 Puncak Dunia telah berhasil mencapai puncak Kilimanjaro (5.892 mdpl) di Tanzania dan puncak Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia.

Pendakian ke Elbrus sempat terkendala cuaca pada tanggal 17 Agustus lalu sehingga tim terpaksa turun ke basecamp. Tim akhirnya berhasil mencapai puncak dua hari kemudian.

Sebelumnya, tim juga sudah berhasil mencapai puncak Carstenz atau Ndugu-Ndugu di Papua.

Tim Ekspedisi yang bernama 7 Summits ini rencananya akan mendaki tujuh puncak tertinggi di tujuh benua hingga tahun 2012. Setelah menaklukkan Carstensz, Kilimanjaro, dan Elbrus, tim masih akan mendaki empat puncak lainnya, yakni Vinson Massif (Antartika, 4.897 mdpl), McKinley (Amerika Utara, 6.194 mdpl), Aconcagua (Argentina, 6.962 mdpl), dan Everest (8.850 mdpl).

Read More..

Besok, Tim Akan Daki Lagi Puncak Elbrus


JAKARTA, KOMPAS.com- Gagal mencapai puncak pada Selasa (17/8/2010) kemarin, tim Ekspedisi 7 Puncak Dunia, Kamis (19/8) besok akan kembali mencoba mendaki Puncak Elbrus di Rusia.

Demikian surat elektronik yang diterima Wanadri di Jakarta dari tim pendaki dan disebarkan ke media, Rabu.

Dalam surat itu disebutkan, tim mulai mendaku dari Pastukhov, Selasa sekitar pukul 03.30. Ketika itu, cuaca cerah meskipun angin bertiup kencang. Perjalanan juga lancar hingga sekitar pukul 07.00.Setelah itu, hujan salju mulai turun. Kabut mulai melingkupi Elbrus. Jarak pandang hanya 20 meter. Mulai pukul 08.00, hujan salju makin deras, tetapi tim tetap bersemangat naik terus.

Pukul 11.00, tim sebenarnya sudah berhasil mencapai saddle elbrus (5400 meter), tetapi angin sudah sangat kencang, hujan salju sudah berubah menjadi badai salju. Tim pendaki bertemu dengan dua tim pendaki lain yang sudah memutuskan turun.

Tim akhirnya berhenti dan berunding, dan memutuskan turun dengan pertimbangan keselamatan lebih penting. Perjalanan turun berjalan lambat, karena harus melawan angin dari muka. Kadang mereka bahkan harus berjalan miring untuk menghindari terpaan angin ke muka yang sangat perih.

Pukul 15.00, seluruh tim kembali ke basecamp dengan selamat. Semula mereka akan mencoba naik lagi hari ini. Akan tetapi dengan perrtimbangan cuaca dan kondisi fisik, akhirnya mereka memutuskan akan naik kembali pada 19 agustus nanti.

Read More..

Menguji Diri di Gletser Kashkatash


KOMPAS.com — Keterampilan dan peralatan khusus mutlak diperlukan dalam pendakian gunung es Elbrus (5.642 meter) di Rusia selatan. Peralatan bisa dibeli atau disewa. Keterampilan mendaki sambil menggunakan peralatan harus dilatih.

Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri berniat menggapai Elbrus, puncak Eropa yang diselimuti salju, pada 17 Agustus.

Untuk itu, sebelum pendakian, tim melatih keterampilan pendakian gunung es di Gletser Kashkatash, dekat Elbrus, Rabu (11/8/2010) siang.Berhasil tidaknya latihan di gletser itu akan menentukan keberhasilan pendakian di Elbrus nantinya.

Kashkatash amat dikenal di kalangan pendaki Elbrus. Di sanalah pendaki melatih diri berjalan di lapisan es hingga mendaki tebing es. Jarak gletser itu sekitar 10 kilometer dari hotel tempat tim menginap di Desa Elbrus, Terskol, wilayah otonom Karachay-Balkar, Rusia selatan.

Kashkatash ditempuh sekitar satu hingga dua jam pendakian dari suatu pemondokan (hut) yang berupa tangki-tangki (barrel) berjejer di lembahnya.

Anggota tim pendaki Gina Afriani mencatat, pemondokan itu berada pada ketinggian 2.200 meter, sedangkan salah satu titik tempat latihan di Kashkatash berketinggian 2.600 meter.

Rute pendakian menuju Kashkatash berupa jalan setapak yang terjal, curam, berbatu, serta kiri dan kanan jurang dalam. Pendakian itu amat meletihkan dan menguras energi.

Kami memakai bot ganda untuk medan es—dan bisa juga meski tidak disarankan—dipakai di medan berbatu. Sepatu itu berbobot lebih dari 2 kilogram. Apalagi kami masih harus memanggul perlengkapan, bekal dan peralatan dalam tas, serta menenteng tongkat ski.

Saya tidak terbiasa berjalan memakai sepatu besar dan berat. Apalagi menjelang Kashkatash, medannya berupa tumpukan batu besar, tajam, dan rentan longsor.

Saya sempat terjatuh dan nyaris membentur batu sebesar jip. Untunglah tongkat ski menyelamatkan nyawa saya dengan menahan beban tubuh, meskipun patah satu, sehingga badan tidak membentur batu.

Pemandu pendakian kami adalah Sergei dan Daniel dari Alpindustria, perusahaan jasa pendakian dan kegiatan alam terbuka di Rusia.

Sekitar pukul 12.30 waktu setempat tim tiba di Kashkatash.

Sergei mengatakan, pelajaran pertama adalah belajar berjalan di es memakai krampon atau alas bot ganda berupa cakar-cakar tajam dari baja untuk pencengkeram lapisan es.

Pelajaran kedua adalah berjalan dengan bantuan kapak es. Kapak itu bisa difungsikan sebagai tongkat, bahkan pembongkar lapisan es, untuk membuat pijakan kaki hingga pengait. Satu sisi kapak itu tajam dan bergerigi, sedangkan sisi lainnya berbentuk sekop.

Pelajaran ketiga adalah membuat pijakan kaki dengan bantuan kapak es.

Dalam perjalanan turun itu, saya berkali-kali terpeleset dan jatuh meskipun tidak sampai cedera, apalagi terluka.

Sergei mengatakan, pelajaran berikutnya berlangsung Kamis dan Jumat ini. Setelah itu, tim akan mendaki menuju puncak Elbrus (gunung keabadian dan kebahagiaan).

Elbrus adalah puncak ketiga dari tujuh puncak dunia yang hendak dicapai tim. Dua puncak telah berhasil digapai, yakni Ndugu-Ndugu atau Carstensz Pyramid (4.884 meter) di Indonesia pada 18 April dan Kilimanjaro atau Uhuru (5.895 meter) di Tanzania pada 1 Agustus.

Dari Kashkatash, puncak kembar Elbrus sore itu tidak tertutup kabut seperti hari sebelumnya. Sepertinya puncak itu memanggil kami untuk segera mendaki.

Dalam hati, keinginan cuma satu, mendaki hingga ke puncak Eropa, mengibarkan Merah Putih di sana, dan kembali ke Indonesia dengan selamat.

Inilah harapan dan mimpi yang kami bawa dalam tidur menyongsong latihan berikutnya.

Read More..
FREE Hosting by CO.NR